Ditargetkan Beroperasi November 2023, Ini Persiapan Ruang Kendali Planet Satria

Jakarta, Selular. ID – Guna memfasilitasi konektivitas bagi sekitar 45 juta masyarakat di beberapa wilayah menyesatkan terpencil di Indonesia, Negeri mengembangkan Satelit Multifungsi Satelit Indonesia Raya (Satria-1).

Kesiapan itu biar semakin nyata, dengan peletakan batu pertama (ground breaking) ruang kendali Satelit Multifungsi (SMF) Indonesia Raya 1 (Satria-1), oleh Johnny G. Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika, di kawasan perkantoran PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Satria-1 direncanakan akan memiliki 11 stasiun bumi/gateway di beberapa lokasi yang tersebar di Nusantara antara lain di Batam, Cikarang, Banjarmasin, Tarakan, Pontianak, Kupang, Ambon, Manado, Manokwari, Timika dan Jayapura.

Johnny menyebutkan, Cikarang akan menjadi lokasi buat Stasiun Pusat Pengendali Planet Primer, Network Operation Control, dan Gateway Proyek Wira yang merupakan satu satuan dari proyek, yang era ini sedang dalam tahap proses pengadaan lahan buat seluruh stasiun bumi yang seluruhnya terdapat di 11 lokasi secara paralel.

“ Melalui stasiun pengendali digital ini, negeri dapat mengendalikan dan meneliti pergerakan Satelit Satria-1, melakukan manajemen jaringan agar pantas dengan standar kestabilan servis, serta menjadi sarana koneksi data antara Satelit Satria-1 dengan Bumi, ” kata Johnny.

Oleh sebab itu, saat ini pemerintah juga dalam proses pengadaan lahan untuk semesta stasiun Bumi yang lain. Menurut Menkominfo, momentum peletakan batu pertama ini sekaligus menjadi upaya pemerintah memacu transformasi digital, meski masih di tengah pandemi.

Lebih lanjut Menkominfo menuturkan, pertimbangan untuk memakai satelit sebagai solusi telekomunikasi tidak lepas dari situasi geografis yang terdiri lantaran ribuan pulau, gunung, bukit, selat, dan laut. Karenanya, satelt dipakai untuk memperkecil kesenjangan akses broadband internet.

“ Proyek Satelit Satria-1 ini merupakan bentuk nyata upaya Kementerian Kominfo untuk menyediakan konektivitas yang inklusif dan menjalar hingga ke seluruh pelosok negeri, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), ” ujar Johnny

Ke-10 pendirian gateways ini masih di proses pengadaan lahan, karenanya saya tentu berharap, kalau kepala daerah, tokoh bangsa untuk membantu agar land back yang tidak seberapa besarnya juga bisa tersedia dengan baik, ” cakap Johnny.

Johnny juga menegaskan satelit Satria-1 bakal menyediakan akses internet di 150 ribu titik layanan publik dari total 501. 112 titik, yang di daerah 3T dengan belum memiliki akses internet. Dari total 150 seperseribu titik tersebut, 3. 700 di antaranya merupakan fasilitas kesehatan tubuh, 93. 900 sekolah/pesantren, 47. 900 kantor desa/kelurahan, dan 4. 500 titik servis publik lainnya.

Adapun keseluruhan kapasitas transmisi satelit sebesar 150 gigabytes per second (Gbps). Berarti, setiap titik akan mendapatkan kapasitas dengan kecepatan sejumlah 1 megabytes per denyut.

“Saya berniat pada akhir 2023 belakang satelit tersebut dapat dikirim atau ditempatkan di orbit dan berfungsi komersial buat membantu publik Indonesia, ” tandasnya.

Biasa Rahman Adiwoso, Direktur Istimewa PT Satelit Nusantara 3 (SNT), mengatakan, proses penandatanganan perjanjian kerjasama proyek Pendekar 1 telah dilakukan di 3 Mei 2019 & financial close telah dikerjakan pada 31 Maret 2021.

Saat tersebut pembuatan satelit sedang pada proses pembuatan. Diharapkan semua sistem siap digunakan pada Maret 2023 dan kemudian pada kuartal-II 2023 Planet Satria 1 akan diluncurkan di Space X Amerika Serikat.

Membaca Juga: Satelit Satria-1 Peroleh Pinjaman Rp2, 1 Triliun Melalui AIIB

“ Sekarang proyek ini telah mencapai lebih dari sepertiga proyek sistem tersebut dimana kita terus men-track kemajuannya dan sampai sekarang masih pada jadwal, ” ucap Adi.

Satelit Satria sendiri memakai teknologi High Throughput Satellite (HTS) dengan frekuensi Ka-Band. Adapun perusahaan manufaktur satelit yang terlibat adalah Thales Alenia Space, dan memakai launcher dari Space-X yakni Falcon 9-5500. Sedangkan untuk slot orbit menggunakan administrator Indonesia dari operator PSN ( 1460 E).

The post Ditargetkan Beroperasi November 2023, Ini Persiapan Ruang Kendali Planet Satria appeared first on Selular. ID.