Komisi 1 DPR RI Pertanyakan Sinyal Operator Yang Masih Buruk Era Pandemi

Jakarta, Selular. ID – Hari ini Komisi 1 DPR MENODAI memanggil operator seluler untuk meminta penjelasan perusahaan terkait pandemi Covid-19. Sidang terbuka yang digelar pukul 10. 00 Wib itu mengundang tiga operator, yakni Telkomsel, Indosat Ooredoo dan XL Axiata.

Dalam sidang itu Tip 1 DPR RI menanyakan sejumlah agenda, langkah strategis operator Telekomunikasi dalam penanganan pandemi Covid-19.

Pasalnya, ditengah Pandemi saat ini, sejumlah acara yang dilakukan sangat tergantung di dalam layanan data yang diberikan operator. Seperti proses belajar mengajar dan bekerja di rumah, aktivitas tersebut menurut Rizki Aulia Rahman Natakusumah, anggota DPR-RI Dapil Banten I, butuh sinyal yang stabil.

Namun, menurut dia tidak semua wilayah mendapatkan sinyal dengan stabil. Seperti daerah Banten ataupun pesisir barat yang tidak dibantu sinyal yang memadai. Padahal bila dilihat wilayah tersebut tidak terlalu jauh dari Jakarta.

“Kalau dilihat kan Banten tak terlalu jauh dari Jakarta, berpindah 2 jam perjalanan jika ditempuh, tapi sinyal tidak baik, real mereka harus melakuan belajar sebab rumah. Tentunya ini menjadi tahanan buat mereka, dan menggangu proses belajar mereka”ujar Rizki, di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta (0206/2020).

Rizki pun menanyakan kepada tiga operator yang hari ini memenuhi panggilan Komisi 1 DPR RI, mengenai hal tersebut.

Setyanto Hantoro, Penasihat Utama Telkomsel menjelaskan terkait situasi itu, diakui Setyanto Hantoro, benar ada tempat yang belum didukung sinyal sama sekali. Tetapi tersedia juga tempat yang sudah dibantu sinyal, namun kebutuhannya meningkat, jadi kualitasnya menjadi kurang baik. Dan upaya itu terus dilakukan Telkomsel secara konsisten. Telkomsel melakukan drive test untuk mengetahui kecukupan petunjuk.

“Terus meningkatkan karakter jaringan, upgrade terus menerus, karena setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda-beda, ” tutur Setyanto Hantoro

Setyanto Hantoro mengatakan buat daerah yang belun terjamah sinyal, Telkomsel telah menggelar program Base Transceiver Station (BTS) Merah Putih (Menembus Daerah Perdesaan, Industri Terasing, dan Bahari).

“Proyek Merah Putih diharapkan memberikan solusi agar masyarakat di wilayah-wilayah dengan belum terjangkau layanan telekomunikasi mampu menikmati layanan telekomunikasi dengan standar kualitas yang sama dengan daerah lainnya di seluruh Indonesia, dan kalau daerah
yang pengembalian masih jauh Telkomsel bekerjasama dengan Bakti, ”tutur Setyanto Hantoro.

Arief Musta’in, Director & Chief Strategy and Innovation Officer Indosat Ooredoo mengatakan, bahwa Indosat akan melakukan ekspansi jaringan. Disebutkan dia, bahwa hingga akhir tarikh Indosat mentargetkan akan membangun 4000. Indosat juga memiliki program beserta Bakti, upgrade dari 2G menjelma 4G. Karena diakui Arief jika saat ini wilayah masih 2G sedikit kesulitan mengakses internet yang saat ini menggunakan online.

Dan menurut Arief membentuk 4000 BTS pun tidak selalu berjalan dengan baik, diakuinya, Indosat mengalami kendala menyangkut suplai. Ada suplai manufacture sudah tersedia pada Indonesia, namun untuk menuju letak terkendala PSBB. Tapi diakuinya kejadian itu bukan masalah regulasi, memperbedakan mitra penyedia manufakture yang merasai kendala.

Baca Juga: Operator Selular Siapkan Strategi Hadapi New Normal

“Tapi Kominfo pun memberikan surat istimewa, kami hanya menunjukan surat kalau ada kebutuhan pergerakan logistik, sehingga sejauh ini kami komitmen, sampai akhir tahun akan terus membikin, ”tutur Arief.

Dian Siswarini, Presiden Direktur & CEO XL Axiata, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau informasi dari klub dan sistem monitoring jaringan Customer Experience and Service Operation Center yang ada di kantor tengah XL Axiata, untuk mengetahui pada area mana saja terjadi kemajuan trafik.