Mau Saingi Clubhouse, Facebook Kembangkan Barak Audio

Jakarta, Selular. ID – Facebook bersiap dengan produk baru. Diketahui Facebook menerjunkan beberapa tim privat untuk meneliti produk obrolan audio yang pada akhirnya dapat menentang layanan Clubhouse.

Dilaporkan The Verge, produk tersebut dikatakan sedang masuk dalam tahap asal pengembangan.

Mark Zuckerberg, selaku CEO Facebook dikatakan telah tertarik dengan pelaksanaan berbasis audio tersebut. Ketertarikannya hidup saat dia tiba-tiba muncul dalam Clubhouse dan membicarakan tentang augmented reality dan virtual reality minggu lalu.

“Kami telah menghubungkan orang-orang melalui teknologi audio dan video selama bertahun-tahun dan selalu mencari cara baru untuk meningkatkan pengalaman itu bagi orang-orang, ” kata Emilie Haskell sebagai Juru Bicara Facebook.

Produk ini mungkin melibatkan Messenger Rooms, fitur obrolan video yang diperkenalkan Facebook tahun lalu untuk bersaing dengan Zoom Video Communications Inc.

Produk tersebut akan memungkinkan pengguna menggunakan Messenger Rooms untuk menyiarkan percakapan dengan umum.

Meskipun dimungkinkan untuk menonaktifkan video selama panggilan, fitur tersebut saat ini memiliki batas 50 orang, sedangkan Pembicaraan Clubhouse dapat disiarkan ke ribuan orang.

Clubhouse adalah sebuah media sosial berbasis audio-chat yang memungkinkan penggunanya bisa bergabung di ruang obrolan untuk membincangkan berbagai topik. Aplikasi ini masih dalam versi beta, yang berguna masih dalam tahap pengujian pra dirilis secara luas.

Selama pandemi, Clubhouse menjadi salah satu aplikasi yang mengalami perkembangan sebab banyak orang mencari cara untuk terhubung sambil tetap terisolasi mulia sama lain.

Membaca Juga: Facebook Kurangi Unggahan Politik Di Feed

Permintaan ini menduduki peringkat teratas Apple App Store di negara-negara laksana Jerman, Italia, Jepang, dan Turki. Pada pertemuan internal baru-baru itu, Paul Davison dan Rohan Seth selaku pendiri Clubhouse mengatakan aplikasi kini memiliki dua juta pengguna mingguan.

Setelah mencatat ke Clubhouse, pengguna dapat mendirikan room untuk membahas berbagai topik. Alih-alih video atau teks, Clubhouse lebih identik dengan obrolan berbasis audio.