Om google Play Protect di Android Paling Gagal Dedeteksi Malware

Jakarta, Selular. ID – Om google Play Protect menunjukkan performa buruk selama tes lab. yang dilakukan peneliti AV-Test, perusahaan i asal Jerman yang mengevaluasi perangkat peroi antivirus.

Kongsi melakukan studi ke penggunaan Android untuk melindungi pemakai dari serangan berbahaya. Menuntut ini dilakukan selama enam bulan dari Januari & Juni dan melibatkan penerapan buatan perusahaan. Sistem kebahagiaan buatan Google untuk ponsel Android, Google Play Protect, disebut gagal memberikan perlindungan yang kompetitif ketimbang produk anti malware populer lainnya.

Google Play Protect selama ini lumrah sebagai fitur keamanan dalam Android yang diklaim dapat mendeteksi malware, virus, ataupun aplikasi jahat lainnya dengan bersembunyi di Play Store. Alat ini berjalan secara otomatis di sistem Android untuk memindai setiap permintaan yang ada di Play Store.

Google Play Store dikatakan cuma mendeteksi dua per 3 dari 20. 000 praktik berbahaya, selama pengujian yang melibatkan 15 total pelaksanaan keamanan Android lainnya. Jadi perbandingan, aplikasi lain serupa Bitdefender, McAfee, NortonLifeLock, serta Trend Micro mampu memanifestasikan tingkat deteksi hingga 100 persen.

Seperti Google Play Protect (Google), Avast, AVG, Bitdefender, F-Secure, Kaspersky, NortonLifeLock, Trend Micro, dan lainnya. Hasilnya, sembilan dari total 15 permintaan mendapatkan skor tertinggi 18 dalam tes ketahanan.

Aplikasi tersebut dibuat oleh Avast, AVG, Bitdefender, F-Secure, G DATA, Kaspersky, McAfee, NortonLifeLock, dan Tren Micro. Kemudian di bawahnya ada aplikasi dari Avira, Protected. net, securiON & AhnLab dengan skor 17, 8 hingga 17, satu poin. Perusahaan Australia Ikarus juga menerima 16 pokok. Namun, Google Play Protect menjadi aplikasi dengan skor rendah dengan perolehan 6 poin. Google mengklaim pola Play Protect memindai lebih dari 100 miliar pelaksanaan setiap hari dan tersedia di 2, 5 miliar perangkat aktif,  mengandung malware setiap hari. Jumlah tersebut naik 50 miliar dibandingkan pada 2018.

Baca Juga: Cara Memblokir Pengguna Lain di Google Drive

Tetapi, pemindaian skala besar maupun ketersediaannya yang luas tampaknya tidak memuaskan para peneliti di AV-Test.

Ini bukan pertama kalinya aplikasi keamanan bawaan Android gagal dalam uji AV-Test. Pada 2017, Google Play Protect juga berada di posisi bawah jauh daripada aplikasi keamanan lain dalam uji proteksi keamanan seluler.

Tahun lulus, Google bersama ESET, Lookout, dan Zimperium membuat order “App Defense Alliance” buat meningkatkan deteksi aplikasi berbahaya di Android. App Defense Alliance ternyata tidak bertambah cepat memindai adanya malware yang menyusup ke praktik Google meski perusahaan mencari jalan menghentikannya.

Jalan performa tak memuaskan Google Play Protect disebabkan oleh penggabungan banyak tool dalam satu label yang sesuai seperti anti-malware, serta penguncian dan pemulihan perangkat dengan masih belum bekerja dengan baik.

The post Google Play Protect di Android Paling Malang Dedeteksi Malware appeared first on Selular. ID.