Perkara Paten Huawei Vs Verizon Akhirnya Berujung Damai

Jakarta, Selular. ID – Raksasa jaringan dan ICT China Huawei dan grup telekomunikasi GANDAR Verizon sepakat untuk mengakhiri sepasang tuntutan hukum yang menuduh pelanggaran paten. Ke-2 perusahaan mencapai kata menyetujui dalam perseteruan yang telah berlangsung sejak 2019.

Penyelesaian rahasia muncul beberapa hari ke persidangan yang dibuka di salah satu dari dua tuntutan norma pada minggu lalu. Huawei dan Verizon mengajukan mosi bersama untuk menolak ke-2 kasus tersebut dan gugatan balik Verizon di besar pengadilan AS di Texas.

Pada Februari 2020, Huawei menggugat Verizon dengan tuduhan bahwa kongsi tersebut menggunakan selusin paten Huawei tanpa izin di bidang-bidang seperti jaringan jinjing, keamanan unduhan, dan komunikasi video, mencari jumlah imbalan dan pembayaran royalti dengan tidak ditentukan.

Verizon mengatakan bahwa “pihaknya senang dengan penyelesaian yang dicapai dengan Huawei dengan melibatkan tuntutan hukum paten. Sementara ketentuan penyelesaian tidak diungkapkan, tim kami melangsungkan pekerjaan luar biasa untuk menyelesaikan masalah yang menyimpang ini. ”

Pernyataan yang sama serupa disampaikan oleh Huawei. Pada sebuah pernyataan bahwa “ senang bahwa Verizon & Huawei mencapai kesepakatan yang mengakhiri litigasi paten kongsi. Ketentuan perjanjian bersifat spion. ”

Kongsi mencatat “ memegang bertambah dari 100. 000 paten aktif di seluruh negeri, termasuk sekitar 10. 000 paten AS. ”

Verizon tahun lalu telah mengajukan tuntutan pulih terhadap Huawei, mengklaim kongsi China itu melanggar paten yang dimiliki oleh Verizon. Di sisi lain, Huawei mengatakan pada tahun 2020 itu “ hanya menodong agar Verizon menghormati investasi Huawei dalam penelitian dan pengembangan dengan membayar penerapan paten kami, atau menahan diri untuk tidak menggunakannya. ”

Huawei telah menjadi titik terpanas dalam hubungan AS-China semasa beberapa tahun terakhir. Negara adi daya itu telah menempatkan Huawei dalam daftar hitam ekonomi pada 2019 atas apa yang dikatakannya sebagai masalah keamanan nasional. Pembatasan tersebut membuat bisnis Huawei menukik, termasuk divisi smartphone yang telah menjelma andalan perusahaan.

Dampak dari tekanan pemerintah AS itu pun berkembang. Pada Juni 2019, Reuters melaporkan bahwa Huawei sudah mengultimatum Verizon bahwa itu harus membayar biaya sertifikat untuk penggunaan lebih sebab 230 paten yang dimiliki Huawei. Vendor yang berbasis di Shenzhen itu meminta Verizon membayar lisensi tersebut senilai lebih dari $ 1 miliar.

The post Sengketa Paten Huawei Vs Verizon Alhasil Berujung Damai appeared first on Selular. ID.