Red Hat Memperluas Jangkauan Open Hybrid Cloud ke Edge

Jakarta, Selular. ID — Penyedia solusi open source Red Adat memperkenalkan sejumlah kemampuan baru dengan disematkan pada Red Hat Enterprise Linux dan Red Hat OpenShift. Kemampuan baru ini dirancang buat membantu enterprise mendorong edge computing mereka ke hybrid cloud.

Hadirnya fitur baru dalam Red Hat Enterprise Linux melaksanakan platform ini dapat memaksimalkan kemantapan sistem dan mempertahankan workload yang independen di ruang fisik dengan lebih kecil.

Adapun Red Hat OpenShift, platform Kubernetes enterprise terkemuka di industri, kini memiliki node architecture sehingga para pekerja yang main secara remote dapat mengimplementasikan Kubernetes di ruang yang terbatas maupun dari jarak jauh.

Enterprise Linux, Siap untuk Edge

Ruang fisik dengan kecil, lokasi yang jauh, dan konektivitas yang terbatas pada set edge telah menghadirkan tantangan untuk operating system tradisional namun mempunyai fitur yang lengkap, tapi tidak bagi Red Hat Enterprise Linux.

Dengan adanya pengembangan pada Red Hat Enterprise Linux 8. 3, platform Linux itu dapat digunakan baik di core datacenter maupun di berbagai remote server yang berada di ruang-ruang sempit. Platform ini juga menghadirkan tingkat dukungan, stabilitas, dan fitur-fitur keamanan yang dibutuhkan dalam implementasi edge kelas enterprise.

Pembaruan yang berfokus pada edge untuk Red Hat Enterprise Linux meliputi:

  • Pembuatan operating system image yang cepat untuk edge melalui fitur bernama Image Builder. Fitur ini akan memudahkan pola IT menciptakan image yang diciptakan khusus untuk memecahkan berbagai urusan arsitektural yang melekat pada edge computing, tetapi dapat juga disesuaikan untuk kebutuhan tertentu.
  • Device update secara remote mencuaikan mirroring untuk melakukan berbagai update pada saat terjadi reboot di perangkat atau sumber listrik, jadi membantu membatasi downtime dan intervensi manual dari tim respons IT.
  • Update Over-the-air yang mentransfer lebih sedikit data secara tetap mendorong code yang diperlukan, sehingga menjadi fitur ideal bagi lokasi dengan konektivitas terbatas.
  • Intelligent rollbacks yang dibangun berbasis kemampuan OSTree, sehingga pengguna bisa melakukan pengecekan masalah dengan spesifik pada workload mereka, kaya mendeteksi terjadinya conflict atau urusan code. Ketika sebuah masalah terdeteksi, image akan secara otomatis membongkar-bongkar update terakhir yang paling indah, sehingga mencegah terjadinya downtime dengan tak perlu di edge.

Dengan segala kepandaian ini, Red Hat Enterprise Linux dapat menjadi platform Linux sendiri yang siap mendukung berbagai aplikasi di seluruh lingkungan enterprise, sejak server di on-premise ke public cloud dan dari core datacenter ke perangkat edge di tempat yang jauh sekalipun.

Standarisasi pada inovasi terbuka ini dapat menjadi tulang punggung untuk open hybrid cloud, sehingga perusahaan-perusahaan dapat fokus pada inovasi permintaan dan layanan serta memecahkan tantangan kompetibilitas maupun integrasi yang berlaku di lingkungan IT.