Secara Mode Offline Google Classroom Mampu Diakses Tanpa Internet

Jakarta, Selular. ID – Google Classroom bakal cepat tambahkan mode offline di smartphone Android. Ini menjadi solusi bagi sebagian siswa atau pelajar yang tinggal di wilayah yang jaringan internetnya sulit, sekaligus dapat menghemat kuota.

Dalam blog resminya Google menjelaskan
secara mode offline memungkinkan para penggunanya untuk bisa mengakses dan menjalankan tugas di Google Classroom dengan offline. Sperti melihat tugas yang diberikan, membuka lampiran Drive, mengikuti mengerjakan tugas-tugas di Google Docs.

Selain bermanfaat bagi pelajar, fitur ini juga mampu mempermudah guru dalam menilai dan memberi feedback lantaran tugas-tugas siswa.

Om google Classroom juga telah memiliki sifat yang sangat membantu para anak untuk mengerjakan dan mengirimkan suruhan di sekolah. Siswa dapat menyelenggarakan foto lebih dari satu kaca dalam satu file PDF.

Baca Juga: Karena Covid-19, Google Classroom Sudah Diunduh 50 Juta

Selain cara offline, Google Classroom juga bahan mendukung beragam update besar lainnya, termasuk dukungan Bahasa Indonesia. Seluruh fitur di Google Classroom itu kabarnya bakal segera hadir akhirusanah 2021 ini.

Msalnya, fitur Originality Reports yang mau membantu guru untuk mendeteksi daya plagiarisme. Fitur Originality Reports rencananya akan hadir di 15 norma, termasuk bahasa Indonesia.

Google juga akan memperkaya pemformatan teks dengan menambahkan opsi Bold, Italic, Underline, dan poin di semua platform Google Classroom.

Seperti diketahui, laporan sebelumnya
Google Classroom tidak tercatat dalam daftar 100 aplikasi terpopuler. Namun, sejak pandemi Covid-19, tepatnya 10 Maret 2020, aplikasi tersebut mulai menanjak dari dan bertengger di posisi lima aplikasi terpopuler di Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan AppBrain, jumlah pengunduh Google Classroom melesat naik di Google Play Store, seiring mewabahnya virus corona. Jumlah pengunduhnya telah lebih dari 50 juta.

Pengunduh Google Classroom selalu datang dari negara-negara lain. Jumlah penyumbang tertinggi antara lain bermula dari Mexico, Kanada, Finlandia, Italia, Polandia, termasuk Indonesia.