Walaupun Dikepung Vendor China, Samsung Kekuasaan Pasar Smartphone 5G

Jakarta, Selular. ID – Angka-angka Strategy Analytics membuktikan pengiriman smartphone 5G di Q1-2020 melampaui jumlah yang dikirimkan sepanjang 2019, dengan permintaan di rekan China yang terbilang kuat.

Dalam sebuah pernyataan, perusahaan riset itu mengatakan 24, 1 juta unit smartphone 5G sudah dikirimkan pada kuartal tersebut, dibandingkan dengan 18, 7 juta sepanjang 2019. China muncul sebagai pemimpin dalam hal permintaan, setelah terlepas dari dampak Covid-19 (coronavirus), diikuti oleh Korea Selatan, AS serta Eropa.

Neil Mawston, Direktur Eksekutif Strategy Analytics, mengatakan permintaan di China mencerminkan “kecepatan operator China mengeluarkan jaringan 5G”, dan keberhasilannya apalagi lebih signifikan mengingat sebagian besar negara ditutup selama periode sebab pandemi.

“Karena Cina terus meningkatkan kegiatan ekonomi, ana berharap pengiriman 5G ke rekan ini akan terus berkembang secara dramatis pada tahun 2020, ” tambahnya.

Sekedar diketahui, setelah komersialisasi 5G pada Oktober tahun lalu, China terus menggenjot pembangunan jaringan 5G. Beijing sudah lama mempertimbangkan membangun 5G kudu menjadi prioritas strategis, menyusul pendirian jaringan 3G yang relatif terlambat.

Menurut laporan Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT), China telah membangun 130. 000 BTS sepanjang 2019. Angka itu diproyeksikan meningkat menjadi lebih lantaran 600. 000 unit pada simpulan 2020. Hal ini menunjukkan, investasi akan terus digelontorkan tanpa termakan wabah corona.

Meski pertumbuhan smartphone 5G terus menyusun, namun kue yang dinikmati tetap terbatas pada vendor-vendor utama. Strategy Analytics melaporkan, Samsung memimpin secara 8, 3 juta unit dikirimkan dengan pangsa pasar 34, 4 persen. Huawei, termasuk sub-merek Honor, juga meraih sukses besar, menggalang 33, 2 persen saham secara 8 juta unit yang dipindahkan.

Lima besar lainnya dikuasai pemain China Vivo, Xiaomi dan Oppo, yang masing-masing dikapalkan 2, 9 juta, 2, 5 juta dan 1, 2 juta unit.

Menurut Ville-Petteri Ukonaho, Associate Director Strategy Analytics, keberhasilan Samsung di posisi terdahulu berkat kuatnya jaringan distribusi global, kemitraan dengan banyak operator dan model-model baru yang dirilis pada periode tersebut, termasuk S20 5G dan S20 Ultra 5G.

Menurut Ville Petteri-Ukonaho, tak diragukan lagi bahwa China hendak memegang kunci volume penjualan unit 5G pada tahun 2020 tersebut.

“Perusahaan yang dapat meraih pangsa pasar perangkat 5G terbanyak, tentunya akan memiliki buntut besar untuk menggerakkan kurva melancarkan (learning curve), baik dari bagian produksi maupun penyebaran perangkat 5G, ” ujar Ville.

Di sisi lain, SVP Strategy Analytics, David Kerr mencatat bahwa Samsung saat ini adalah vendor pembuat perangkat 5G terkemuka. Sayangnya, Samsung tidak berkutik di pasar China. Sejak beberapa tahun final, pangsa pasar Samsung di China kurang dari 1 persen. Real negeri Tirai Bambu itu, zaman ini menyerap smartphone 5G tertinggi dibandingkan negara-negara front runner yang lain.

Seiring dengan meningkatnya permintaan, kue smartphone 5G memang semakin gurih bagi vendor hp. Perusahaan jasa keuangan, perbankan serta investasi yang berbasis di AS, Goldman Sachs, bahkan memperkirakan transmisi smartphone 5G secara global, mampu mencapai 200 juta unit sepanjang 2020. Dengan hampir setengahnya diserap oleh China.